csr
 
support1
 
joinus

berita

Nyfara Foundation Salurkan CSR Bank Sumut

rumahjamur

Kabanjahe - Bersama Nyfara Foundation dan Kelompok Relawan Kita Untuk Sinabung, Bank Sumut kembali memberikan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), kali ini  berupa dana untuk pembuatan rumah jamur dan 3000 baglog (tempat tumbuh) bibit jamur  kepada para korban erupsi Gunung Sinabung di Desa Mardinding Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo  beberapa waktu lalu.

Bantuan total bernilai Rp 63.450.000   tersebut diserahkan langsung  pihak manajemen Bank Sumut  diwakili Ketua Tim CSR Bank Sumut Jansen Manurung, Pemimpin Bank Sumut Cabang Kabanjahe Hartono Mahjoenis, seluruh pemimpin Bank Sumut di Kabupaten Karo  disaksikan  Camat Tiganderket Hendrik Tarigan, Kapolsek Tiganderket Wandi Bangun dan Direktur Nyfara Foundation Tengku Adri Muslim

Jansen Manurung dalam sambutannya mengatakan tujuan program CSR ini guna memberikan dukungan baik moril dan materil terhadap para korban bencana Gunung Sinabung dan sebagai tanggung jawab sosial Bank Sumut untuk membantu dan mengurangi beban mereka.

“Kita tidak pernah tahu kapan erupsi Sinabung akan berakhir, namun yang penting  kita sekarang bisa tetap bertahan dan survive dengan kondisi yang ada. Anak-anak kita harus tetap sekolah, kehidupan dan ekonomi kita juga harus tetap berjalan,” jelas Jansen.

Ia menjelaskan, dipilihnya rumah jamur menerima program CSR merupakan alternatif solusi ketika lahan pertanian rusak dan tidak dapat dipergunakan lagi akibat erupsi Sinabung.

Sementara itu Jefri Singarimbun mewakili 30 KK penerima bantuan menyambut gembira pemberian bantuan CSR Rumah Jamur tersebut.

Sambil menahan haru Jefri menjelaskan sebelum erupsi, Desa Mardinding  sebagai penghasil alpokat, kopi dan coklat. Tapi setelah lahar dingin, erupsi Gunung Sinabung memporak-porandakan lahan pertanian mereka, kehidupan perekonomian mereka pun terganggu dan anak-anak mereka nyaris putus sekolah.

“Kami  berharap program  Bank Sumut yang menyentuh kehidupan masyarakat ini akan terus ada sehingga banyak  warga yang dapat dibantu ke depan ini. Terima kasih  Bank Sumut yang mau membantu desa kami ini,” ujar  Singarimbun.

Direktur Nyfara Foundation, Tengku Adri mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara bergulir sehingga kelak budidaya jamur tiram dapat menjadi salah satu komoditi yang dapat diandalkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Tengku Adri juga meminta kepada bank sumut untuk memberikan fasilitas khusus kepada para korban erupsi sinabung yang tersebar di beberapa desa di lingkar gunung sinabung.

Kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari salah satu pilar CSR Bank Sumut yaitu pilar ekonomi juga sebagai bagian dari program Heal Sinabung-Restoration for all survivor.(A2/d)

 

Rapat dengar pendapat dengan komisi IX DPR-RI

pejuangkomisi9Jakarta - Komisi IX DPR menerima Komunitas Pejuang Hati yang merupakan para orangtua yang anaknya mengidap penyakit langka atresia bilier, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/4).

Di hadapan para anggota Komisi IX DPR, Ketua Tim Advokasi Komunitas Pejuang Hati yang juga Direktur Nyfara Foundation, Tengku Adri Muslim, menyatakan, bahwa para orangtua yang anaknya mengidap penyakit langka itu sulit mendapatkan layanan kesehatan terjangkau dari pemerintah.

"Biaya yang begitu mahal hingga ratusan juta rupiah. Sementara BPJS menanggung hanya Rp 250 juta. Angka yang begitu besar tersebut sangat memberatkan para orangtua anak pengidap pemnyakit ini," ujar Tengku.

Selain, masih ada biaya transplantasi hati yang begitu mahal, termasuk biaya screening untuk pendonor sebesar Rp 15 juta-Rp 18 juta, yang tidak ditanggung BPJS.

"Kami tidak tahu lagi kemana mengadu. Apalagi kalau sampai anak-anak kami harus dioperasi di luar negeri, kami harus bagaimana?" ujarnya.

Untuk itu, komunitas itu berharap pemerintah memperhatikan nasib anak-anak yang mengidap penyakit atresia bilier tersebut. Dari data yang dimiliki Komunitas Pejuang Hati, ada puluhan anak pengidap atresia bilier yang membutuhkan perawatan secepatnya. Sementara belasan lainnya sudah meninggal dunia.

Misalnya, pemerintah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan polindes, puskesmas, tempat bersalin, dan rumah sakit, untuk memantau anak yang baru lahir selama tiga bulan pertama agar penyakit tersebut bisa terdeteksi sedini mungkin.

"Kami yakin masih banyak anak atresia bilier yang tidak terdata dan butuh perhatian pemerintah,” kata dia.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka, menilai untuk menyelesaikan persoalan itu. Maka harus ada perbaikan dalam regulasi. Karena itu, Rieke mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah segera merevisi Perpres nomor 111 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

"Di situ ada pembatasan biaya ketika seseorang benar-benar mengidap penyakit langka dan harus diobati di luar negeri, tidak ditanggung oleh negara,” kata Rieke.

Menurut Rieke, Perpres itu tidak adil. Padahal, tidak ada satupun warga masyarakat yang mau mengidap penyakit langka. Dengan demikian, seharusnya negara mau menanggung beban biaya tersebut.

“Kalaupun tidak ada dana di BPJS kita masih memiliki nomenklatur yang bisa mengambil dana darurat. Masa orangtua harus juga membeli susu khusus untuk anaknya yang mengidap atresia bilier yang harganya jutaan rupiah? Untuk itu saya meminta Kementerian Kesehatan (Kemkes) menyediakan susu tersebut,” kata Rieke.

Dari informasi yang beredar di sejumlah portal online, disebutkan bahwa atresia bilier adalah penyakit yang timbul akibat rusaknya saluran empedu di luar hati sehingga tidak ada aliran empedu dari hati ke usus 12 jari yang normalnya terjadi.

Bila berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan hati lanjut yang disebut sirosis hati. Bila terus berlanjut, itu akan menyebabkan pendarahan di saluran cerna karena peningkatan tekanan darah yang masuk ke hati.

Kerusakan hati yang terjadi pada kasus atresia bilier bersifat progresif, terus merusak saluran empedu termasuk yang di dalam hati. Pada akhirnya hal itu menyebabkan gagal hati yang harus diatasi dengan transplantasi hati. Atresia bilier adalah penyebab transplantasi hati tersering pada bayi/anak.

 

Page 9 of 10

Hubungi Kami

NYFARA FOUNDATION
Office : Jl. M. Nawi Harahap no. 179
Medan - North Sumatera, Indonesia
Phone : +62.61.788.3955
Hotline / WA : +62.87744230695
Pin BB : 59B731D7
Email : nyfarafoundation@gmail.com
Twitter : @nyfarapeduli
Facebook : Nyfara Foundation